menyadari

Aku terbaring
Tak berdaya, tak sanggup tersenyum padamu
Dirimu meneteskan air mata
Matamu kosong, terpaku, lesu
Aku sadar
Berpuluh pasang mata menatapku, semuanya berkaca-kaca
Semuanya serasa nyata. Semua orang terdekatku datang. Ayah, ibu, kakak laki-laki dan perempuanku, nenek, sahabat-sahabatku, dan yang terpenting, dirimu.
Aku memakai setelan jas modern yang kainnya sangat halus, begitu nyaman kupakai.
Aku ingin bangun lalu menanyakan apa yang terjadi namun tak bisa.
Aku dibaringkan pada bantalan-bantalan lembut yang membuat diriku nyaman. Dengan pembatas di setiap sisi menbuat diriku tak akan terjatuh.
Tak lama diriku terhanyut, tempatku berbaring diangkat oleh sahabat-sahabatku. Bunyi langkah pantofel mereka mengiringi pergerakanku. Lama-lama jauh, meninggalkan dirimu yang hanya duduk diam menunduk.
Tiba-tiba saja semua memori indah bersamamu muncul satu per satu. Ketika pertama kali melihatmu tersenyum. Ketika pertama kali berkenalan denganmu. Hangat tanganmu ketika kita berjabat tangan. Wajahmu yang merona ketika kutanya untuk menjadi pacarku, tunanganku, istriku.
BRAK....
Tiba-tiba saja gelap. Aku tak bisa melihat apa-apa lagi.
Diriku makin kaget ketika terdengar suara palu yang memekakkan telinga. Lalu semuanya hening. Dunia ini hening.

Yosie Kristanto Minggu, April 28, 2013

Facebook