Berkenalan

Tak tahu mengapa, malam ini aku terkagum akan dirimu
Senyum indahmu, mata coklat tuamu

Tiba-tiba saja hatiku mampu tersenyum sejak sekian lama
Dari ditinggalkan, sampai berusaha meninggalkan

Masih teringat harum tubuhmu ketika lewat dihadapanku
Ketika rambut panjangmu tertiup angin, indah bak bidadari

Hangat tanganmu, ketika menyentuh tanganku
Jari jemarimu yang menyentuh lembut

Yang paling kuingat adalah ketika mendengar namamu
Bagai mendengar alunan simfoni terindah di muka bumi ini

Di kala ku mau terlelap, kembali terbayang semua tentang dirimu
Baru saja bertemu, tapi diriku sudah merindukanmu

Dirimu akan kupeluk erat di tidurku, kuhangatkan dengan pelukku
Akan kubawa dirimu sampai mimpiku
Bahkan, disaat diriku terbangun, akan tetap kuingat dirimu

Meskipun semuanya berjalan begitu cepat, aku tak akan pernah melupakanmu
Beberapa detik itu akan menjadi kenangan terindah dihidupku

Yosie Kristanto Rabu, Juni 05, 2013
Kehadiran Dirimu

Mungkinkah diriku berhalusinasi?
Hanya karena rinduku dipelukmu
Rinduku dikecupmu, rinduku akan suaramu

Hari demi hari kujalani dengan halusinasi
Kurasakan dirimu dimana-mana
Burung berkicauan menyebut namamu
Angin mengelusku bak dirimu
Hujan membasahi, mengecup keningku

Alam bersatu membentuk rupamu
Rambutmu
Matamu
Telingamu
Hidungmu
Pipimu
Mulutmu

Kenangan kita pun terurai jelas oleh alam
Malam yang gelap
Pagi yang indah
Siang yang menyengat

Beruntungnya, aku masih memiliki dirimu
Halusinasiku meluap habis
Bisa kulihat senyum manismu
Kurasakan peluk eratmu
Dengan kehadiran dirimu

Yosie Kristanto
Pagiku dengan Sembab

Di kala pagi, aku menatap pohon  yang sembab
Mungkin tadi malam dia teringat akan masa
Terkadang bergoyang tertiup angin pagi
Meneteskan sembab di daun-daunnya satu demi satu

Dirinya benar-benar dikuasai kenangan
Impian dan bayangan dari semalam

Aku mulai mendengar burung-burung berbicara
Dalam instrumen klasik nan indah
Atau dengan nyanyian kegembiraan
Hinggap lalu terbang kesana kemari

Mereka meminum sembabnya
Yang masih tertampung di lekukan daun miliknya

Mereka benar-benar tampak bahagia
Makin berkicau dengan lantang

Sang Baskara pun mulai mengambang di cakrawala
Memberi kehidupan bagi dirinya

Sembabnya mulai menguap
Dedaunannya mulai tegap
Yang kuning terjun bebas
Yang hijau membuat makanan

Memberinya satu hari lagi untuk hidup
Untuk kembali mengingat dalam gelap
Bercengkrama dengan burung-burung
Dan memberi udara untuk dihirup

Inilah pagiku dengan sembab

Yosie Kristanto Selasa, Juni 04, 2013

Facebook