Selamat Istirahat (1)

Pucuk thompson ini sudah menyentuh lehernya
Aku sudah mulai teriak-teriak minta penjelasan
"KAU DIKIRIM SIAPA?? BUAT APA KEMARI??!"

Dalam waktu dekat ini markas petinggi militer Indonesia seperti aku sering didatangi orang yang tak jelas. Memergoki mereka sedang ngintip, mencuri perbekalan, dan mencuri persenjataan kami.

Untung saja perasaanku sedang bagus kali ini. Kalau tidak, orang sebangsaku ini sudah tidak akan bernapas lagi. Orang-orang sebelumnya sudah dikuburkan di pekuburan masal di utara markas ini.

Kini, kami sedang merencanakan hal besar yang akan membebaskan Nusantara dari tangan wong Londho yang sudah tiga setengah abad membelenggu Indonesia. Persenjataan kami sudah cukup dari merampas milik Belanda. Bren, thompson, granat, LE, M1, dan bambu runcing milik kami sudah siap mebuat mereka lari lontang-lantung.

Markasku yang berpindah-pindah ini beralaskan tanah dan beratapkan horizon indah bertabur jutaan bintang. Yang pasti, langkah pertama kami adalah membebaskan kota Surabaya dan Malang. Dari pusat Jawa Timur tersebut, perlahan kami akan ke Semarang, lalu titik akhir kami adalah Batavia.

Kami tak pernah kehabisan tentara. Karena tiap hari setidaknya ada dua puluh pemuda yang datang.

"KAMI INGIN BERGABUNG! KAMI INGIN MEMBEBASKAN NUSANTARA!! "
Terkadang aku kasian pada mereka
Yang terlalu muda kupulangkan ke bapak ibunya

Mereka masih muda, tak tahu betapa gemetarnya ketika bunuh orang.
Perjalanan mereka masih panjang, tak seperti diriku yang sudah kepala lima.
Tapi kalau tak ada mereka, aku pun pasti sudah tak kokoh.
Pasti aku sudah memilih untuk pensiun dari militer.
Mereka adalah semangat.

Aku kadang berpikir.
Dari lahir pun aku sudah ditangan Belanda, matiku apa ditangan Belanda juga?
Dari kecil aku sudah bersekolah di sekolah Belanda. Terakhir di STOVIA.
Ayah ibuku juga lahir di tangan Belanda. Bahkan, di kelahiran ayahku, ada beberapa petinggi Belanda yang datang. Hal itu dikarenakan darah biru yang mengalir dalam nadi keluargaku.

Malam sudah larut, hari inipun berakhir. Untung saja cuma ada satu masalah hari ini. Dan paling melegakan, aku tidak mencabut kehidupan orang hari ini.

Yosie Kristanto Kamis, Maret 21, 2013
Selamat Tidur Dariku

Malam
Dentang
Tetes
Lelap
Langit
Bulan
Kuduk
Lamun

Dirimu terkantuk-kantuk
Menopang wajah dengan telapak tangan
Tapi tersipu untuk mengatakan
Ikut mengalir dengan sepoi malam

Musik alam mengalun indah
Suara tetes embun
Jangkrik mengkumandangkan khas alto
Kodok dengan bariton-bes nya

Tiba-tiba saja dirimu lunglai
Terlelap dibawah cahaya bintang

Reflek kutarik saja dirimu
Kudekap dalam pelukku

Dirimu kupapah dengan hati
Berjinjit dengan pasti
Melangkahkan jemari kakiku diatas atap
Seperti melayang menggendong bidadari

Perlahan kuletakkan makhluk indahku ini
Kuselimuti supaya dirimu tetap hangat layaknya dieratku
Keningmu kukecup
Aku berbaring di sebelahmu

Selamat tidur dariku

Yosie Kristanto Senin, Maret 18, 2013
best "goodnite" song to sing

Friends, cuma mau share aja. Ini ada lagu yang cocok buat menghantar tidur kalian, atau menghantar orang lain (yang kalian sayangi pastinya)
Judulnya Saint of My Life yang nyanyi Superman is Died (post selanjutnya bakal aku bagiin serba serbi tentang band ini deh :p) .

SAINT OF MY LIFE
SUPERMAN IS DEAD

Good night good night my little angel
Good night good night my little ones
Spread your wings and fly
Away to your dreams

When you're sleep
I'm on your side
When you're awake I'll be your still
Close your eyes, put a smile on your face...

Don't be scared 'cozI'll be there to hold you tight
You're the king, you're the queen
You're saint of my life
And when the world is trembling
Down don't you cry
Coz there's nothing, nothing
That will keep us apart...

Sing with me my little darling
Sing along to this lullabies
Pick the moon kiss the star so good night...

Yosie Kristanto
Pagiku...

Pagiku disambut oleh suaramu lagi! Suara yang awalnya masih malas-malasan, mengantuk. Tapi lama-kelamaan membahas topik-topik yang cukup seru, cukup yaaa, bukan sangatt. :p Yang ingin kudengar pertama adalah suara tawamu. Terbahak-bahak atau malu-malu, boleh dipilih. Meski diriku jauh disini, asal kalian tau kalau diriku merantau di ibu kota.

Diri kita mulai membayangkan, kalau kita berdua bersama, "kalo kamu di Malang, pasti jam segini udh ke rumahku, atau aku yang ke rumahmu ya", katanya di telpon pagi ini. Kadang dia terdiam karena bingung mau ngomong apa lagi.

"Duh, aku kangenn poll", katanya yang sudah kudengar ratusan kali pagi ini (sedikit termakan hiperbola ya?). Aku benar-benar merindukan, melihat dirimu tersenyum. Karena senyummu lah yang membuatku bertahan. Coba tak senyum lagi, gatau deh gimana jadinya. Hehe.
Aku baru terpikir untuk buat puisi. Tapi jangan berharap kalau puisiku luar biasa yaa. Cekidot!

"Mataku terbuka dan tertutup, lalu terbuka lagi
Diriku gelisah sendirian, menyadari kesendirian ini
Hanya bisa menatapmu di bingkai
Cuma bisa membayangkan gelak tawamu

Menyebalkan!

Tiap sang surya terbangun, aku cuma bisa meratap
Suara mobil berseliweran, malah balapan dengan pikiranku
Senda, gurau, tawa, tangis
Rindu, haru, biru, sendu

Pagiku... "

selamat pagi, Tuhan memberkati!

Yosie Kristanto Minggu, Maret 17, 2013

Facebook