Pagiku disambut oleh suaramu lagi! Suara yang awalnya masih malas-malasan, mengantuk. Tapi lama-kelamaan membahas topik-topik yang cukup seru, cukup yaaa, bukan sangatt. :p Yang ingin kudengar pertama adalah suara tawamu. Terbahak-bahak atau malu-malu, boleh dipilih. Meski diriku jauh disini, asal kalian tau kalau diriku merantau di ibu kota.
Diri kita mulai membayangkan, kalau kita berdua bersama, "kalo kamu di Malang, pasti jam segini udh ke rumahku, atau aku yang ke rumahmu ya", katanya di telpon pagi ini. Kadang dia terdiam karena bingung mau ngomong apa lagi.
"Duh, aku kangenn poll", katanya yang sudah kudengar ratusan kali pagi ini (sedikit termakan hiperbola ya?). Aku benar-benar merindukan, melihat dirimu tersenyum. Karena senyummu lah yang membuatku bertahan. Coba tak senyum lagi, gatau deh gimana jadinya. Hehe.
Aku baru terpikir untuk buat puisi. Tapi jangan berharap kalau puisiku luar biasa yaa. Cekidot!
"Mataku terbuka dan tertutup, lalu terbuka lagi
Diriku gelisah sendirian, menyadari kesendirian ini
Hanya bisa menatapmu di bingkai
Cuma bisa membayangkan gelak tawamu
Menyebalkan!
Tiap sang surya terbangun, aku cuma bisa meratap
Suara mobil berseliweran, malah balapan dengan pikiranku
Senda, gurau, tawa, tangis
Rindu, haru, biru, sendu
Pagiku... "
selamat pagi, Tuhan memberkati!
Tidak ada komentar
Posting Komentar