Malam
Dentang
Tetes
Lelap
Langit
Bulan
Kuduk
Lamun
Dirimu terkantuk-kantuk
Menopang wajah dengan telapak tangan
Tapi tersipu untuk mengatakan
Ikut mengalir dengan sepoi malam
Musik alam mengalun indah
Suara tetes embun
Jangkrik mengkumandangkan khas alto
Kodok dengan bariton-bes nya
Tiba-tiba saja dirimu lunglai
Terlelap dibawah cahaya bintang
Reflek kutarik saja dirimu
Kudekap dalam pelukku
Dirimu kupapah dengan hati
Berjinjit dengan pasti
Melangkahkan jemari kakiku diatas atap
Seperti melayang menggendong bidadari
Perlahan kuletakkan makhluk indahku ini
Kuselimuti supaya dirimu tetap hangat layaknya dieratku
Keningmu kukecup
Aku berbaring di sebelahmu
Selamat tidur dariku
Tidak ada komentar
Posting Komentar