Hening
Sedih
Tetes
Air mata
Seluruh badanku terasa kesemutan
Lemas dari ujung kepala sampai bawah
Aku tak bisa membayangkan ditinggalkan oleh orang-orang yang kukasihi
Tiba-tiba lenyap tanpa ada peringatan
Belum sempat juga untuk mengungkapkan semuanya
Ungkapan rasa sayang yang terkadang kita malu untuk mengatakan
Mengungkapkan bahwa kita butuh mereka
Ungkapan bahwa kita suka senyum mereka
Tiba-tiba lenyap tanpa ada tanda
Aku yang tak ditinggalkan saja merasa pedih
Juga ikut sedih
Aku yang masih bisa merasakan tahun baru bersama orang-orang yang aku kasihi
Bisa melihat senyum di wajah mereka
Sedangkan, keluarga, sanak, sahabat menitikkan air mata
Berduka untuk yang telah kembali kepada Sang Pencipta
Hanya bisa meratap, membayangkan semua yang telah terlewati
Untuk keluarga, sanak, sahabat korban pesawat AirAsia QZ8501, aku turut berduka cita sedalam-dalamnya. Doaku selalu ada untuk yang terhilang dan yang kehilangan.
Diriku disini meratap. Indonesia meratap. Dunia meratap. Sedih atas kehilangan.
-Puisi ini didedikasikan untuk korban, keluarga, sanak, dan sahabat yang kehilangan orang yang dikasihi. Yang telah kembali ke Sang Pencipta. AirAsia QZ8501-
Tuhan memberkati!
Malang, 30Desember2014
Dengan duka
Listen to this song:
