Sedih..

Hening
Sedih
Tetes
Air mata

Seluruh badanku terasa kesemutan
Lemas dari ujung kepala sampai bawah
Aku tak bisa membayangkan ditinggalkan oleh orang-orang yang kukasihi
Tiba-tiba lenyap tanpa ada peringatan

Belum sempat juga untuk mengungkapkan semuanya
Ungkapan rasa sayang yang terkadang kita malu untuk mengatakan
Mengungkapkan bahwa kita butuh mereka
Ungkapan bahwa kita suka senyum mereka
Tiba-tiba lenyap tanpa ada tanda

Aku yang tak ditinggalkan saja merasa pedih
Juga ikut sedih

Aku yang masih bisa merasakan tahun baru bersama orang-orang yang aku kasihi
Bisa melihat senyum di wajah mereka

Sedangkan, keluarga, sanak, sahabat menitikkan air mata
Berduka untuk yang telah kembali kepada Sang Pencipta
Hanya bisa meratap, membayangkan semua yang telah terlewati

Untuk keluarga, sanak, sahabat korban pesawat AirAsia QZ8501, aku turut berduka cita sedalam-dalamnya. Doaku selalu ada untuk yang terhilang dan yang kehilangan.
Diriku disini meratap. Indonesia meratap. Dunia meratap. Sedih atas kehilangan.

-Puisi ini didedikasikan untuk korban, keluarga, sanak, dan sahabat yang kehilangan orang yang dikasihi. Yang telah kembali ke Sang Pencipta. AirAsia QZ8501-

Tuhan memberkati! 

Malang, 30Desember2014
Dengan duka

Listen to this song: 

http://youtu.be/oeeHN89lovc


Tidak ada komentar

Facebook