Kisah Perjalanan ke Porong

Kisah Perjalanan

Kisah perjalanan ini dimulai dari sekolah pada pukul 06.30 dan kita berangkat pada pukul 07.00. Kita pun langsung berangkat menuju GKJW Porong. Di sana kami disambut dengan baik oleh orang-orang GKJW Gempol yang sedang tidak bekerja. Lalu oleh Bpk. Mahmud Heru dijelaskanlah tentang sejarah gereja GKJW Gempol. Lalu diteruskan dengan penjelasan dari Pdt. Heru Chokro tentang sejarah gereja itu. Lalu oleh beberapa jemaat gereja tersebut kami disuguhi es belewah dan donat yang lezat sekali.
Lalu kemi melanjutkan perjalanan dengan diantar Pdt. Heru Chokro dan salah satu jemaat GKJW Gempol. Pertama-tama kami terjebak macet di daerah sungai Porong. Lalu mobil kami pun mencari jalan pintas. Kita menemukan jalan pintas itu, karena mobil dari T. Veby mendahului kita. Kitanpun mengikutinya dan kami melalui Pasat Baru Porong yang dibuat tempat pengungsian.
Setelah itu kami sampai di posko pengungsian anak remaja. Di sana kami langsung menurunkan barang-barang yang sudah kami kumpulkan selama satu minggu. Lalu mereka menyambut kami dengan sangat baik. Di dalam rumah teman-teman remaja sedang sibuk latihan untuk acara ini. Di sana Patrick dan Ayu menjadi MC nya. Lalu teman-teman 8B pun mempersembahkan lagu gubahan Totok. Lalu mereka juga mempersembahkan lagu yang sangatlah enak didengar karena suara mereka bagus-bagus. Lalu kami disuguhi makanan prasmanan dan es blewah lagi. Kami pun berpamitan pulang. Dan kami langsung pulang ke Malang. Disana Kelompoknya T. Stefanus datang pertama. Begitulah kisah perjalanan kemi.



Peranan Gereja


Peranan gereja adalah beberapa peranan gereja untuk membantu orang-orang sekitarnya.
Peranan GKJW Gempol dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Intern
Beasiswa bagi warga yang kurang mampu,
Tim Tanggul Bencana yang didukung oleh GKJW Gempul,
Santunan bagi warga kurang mampu,
Donor darah,
Pengunjungan orang sakit.

2. Extern
Tempat Badminton bagi warga sekitar,
Balai Pamitian bagi acara-acara,
Jalan Pintas untuk pergi ke pasar,
Dana bantuan bagi panti asuhan muslim,
Bekerja sama dengan tim tanggul becana.

Di atas adalah beberapa contoh peranan gereja.

Sejarah Gereja


Sejarah GKJW Gempol dimulai dari 4 kepala keluarga yang ingin membangun siuatu tempat ibadah. Lalu mereka menumpang di SPIB Surabaya yang dibantu oelh GKJW Kliwen. Pada Januari 1961 mendapat anugrah Tuhan untuk beribadah bersama-sama. Mereka mencoba untuk merayu orang yang dekat dengan pemerintahan. Dan oleh tetuanya diberi tempat kecil untuk melaksanakan ibadah. Pada 5 November 1957 sampai 14 Januari 1969 mereka mencoba untuk membangun yang lebih baik. Pada Januari 1969 sampai Januari 1970 adalah proses untuk membangun gereja dan gereja tersebut belum diresmikan oleh pemerintah.
Pada 25 Desember 1970 dilaksanakan sidang, akhirnya Gempol diresmikan menjadi gedung gereja.
Pada 25 Januari 1981 dilaksanakan sidang dan diresmikan menjadi jemaat.
Dan sampai sekarang gereja itu berkembang untuk melayani Tuhan dan masyarakat.

Pelayanan

Pelayanan gereja dibagi menjadi tritugas, yaitu: Persekutuan, Pelayanan, dan Kesaksian.
Lalu Beberapa pelayanan gereja terpecah menjadi 13, yaitu:
1. KPT(Komisi Pembinaan Teologia)
2. KUK(Komisi Urusan Katekisasi)
3. KPAR(Komisi Pembinaan Anak Remaja)
4. KPPM(Komisi Pembinaan Pemuda Mahasiswa)
5. KPAY(Komisi Pembinaan Adi Yuswo)
6. KPPW(Komisi Pembianaan Peranan Wanita)
7. KPPUO(Komisi Pelayanan Umum dan Orkumene)
8. KPK(Komisi Pembinaan Kesaksian)
9. KUK(Komisi Urusan Kematian)
10. KPPL(Komisi Pembinaan Penatulayanan)
11. KURTG(Komisi Urusan Rumah Tangga Gereja)
12. KPPJ(Komisi Pengawasan Perbehandaraan Jemaat)
13. KomPerLitBang(Komisi Perencanaan Penelitian Pengembangan)


Perjalanan Ke Porong 11/5/2007

Tidak ada komentar

Facebook