Sahabat

Oleh Yosie Kristanto
14/08/2013
Dipersembahkan untuk sahabatku, Diantha Adristi

Kubersyukur punya dirimu di hidupku
Kau ingatkanku
Angkatku bila ku terjatuh
Menangis bersamaku
Tersenyum dalam bahagiaku

Terimakasih Tuhan Kau beriku sahabat
Untuk berjalan bersamaku di setiap saat
Memandang horison bersama
Menatap taburan bintang di angkasa

Kubersyukur punya dirimu di hidupku
Kau beriku pelajaran hidup
Ketika kupikir ku tak sanggup
Merangak bersamaku
Berlari dalam perlombaanku

Terimakasih Tuhan Kau beriku sahabat
Untuk meghibur disaat kupenat
Membuat kastil di hamparan pasir
Dikala deburan ombak tak hadir

Yosie Kristanto Rabu, Agustus 14, 2013
Romansa, Dirimu

Pagiku disambut dengan awan warna warni
Kicauan burung gereja di pepohonan
Bunga mekar dengan embun di mahkotanya
Sungguh pagi yang indah

Pagiku jadi sempurna karena kecupan hangatmu
Belaian kasih sayang yang membuatku nyaman

Di pikiranku masih terngiang senjamu dan malamku
Kata-kata indah yang keluar dari bibir kita

Kutatap dirimu di kala matahari tertelan bumi
Tetap, masih lebih indah dirimu

Kata-kata cinta keluar dari mulutmu
Membuat hatiku berdegup kencang
Bibirmu, keningmu, pipimu
Kulahap habis dengan kecupan

Malam yang begitu indah buatku
Takkan pernah kulupakan indah dirimu

Malamku berakhir dengan romansa
Pagiku diawali dengan romansa
Romansa, dirimu

Yosie Kristanto Rabu, Juli 17, 2013
Bertanya

Diriku tak sanggup menatap esok,
Bisakah terbitnya matahari diundur?

Aku tak siap menatap fakta yang meruntuhkanku,
Bahwa dirimu telah tiada di pikiran.

Cinta, cinta, cinta,
Mengapa selalu mengenaskan buatku?
Merajamku perlahan walau ku tahu,
Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tak ada harapan sudah,
Cintaku pupus.
Lenyap oleh lambaian rerumputan basah,
Terbenam bersama matahari fajar.

Tak ku tahu mengapa dirimu menjauh,
Apakah karena masa itu?

Ketika kita dekat lalu dirimu tergantikan?
Apakah karena hal itu?

Siapakah yang bisa menjawab?
Apakah bunga yang mekar di pagi hari?
Apakah dedaunan kering yang terbawa angin?
Apakah dirimu bisa menjawab?

Ku yakin tidak.

Yosie Kristanto Selasa, Juli 16, 2013
Berkenalan

Tak tahu mengapa, malam ini aku terkagum akan dirimu
Senyum indahmu, mata coklat tuamu

Tiba-tiba saja hatiku mampu tersenyum sejak sekian lama
Dari ditinggalkan, sampai berusaha meninggalkan

Masih teringat harum tubuhmu ketika lewat dihadapanku
Ketika rambut panjangmu tertiup angin, indah bak bidadari

Hangat tanganmu, ketika menyentuh tanganku
Jari jemarimu yang menyentuh lembut

Yang paling kuingat adalah ketika mendengar namamu
Bagai mendengar alunan simfoni terindah di muka bumi ini

Di kala ku mau terlelap, kembali terbayang semua tentang dirimu
Baru saja bertemu, tapi diriku sudah merindukanmu

Dirimu akan kupeluk erat di tidurku, kuhangatkan dengan pelukku
Akan kubawa dirimu sampai mimpiku
Bahkan, disaat diriku terbangun, akan tetap kuingat dirimu

Meskipun semuanya berjalan begitu cepat, aku tak akan pernah melupakanmu
Beberapa detik itu akan menjadi kenangan terindah dihidupku

Yosie Kristanto Rabu, Juni 05, 2013
Kehadiran Dirimu

Mungkinkah diriku berhalusinasi?
Hanya karena rinduku dipelukmu
Rinduku dikecupmu, rinduku akan suaramu

Hari demi hari kujalani dengan halusinasi
Kurasakan dirimu dimana-mana
Burung berkicauan menyebut namamu
Angin mengelusku bak dirimu
Hujan membasahi, mengecup keningku

Alam bersatu membentuk rupamu
Rambutmu
Matamu
Telingamu
Hidungmu
Pipimu
Mulutmu

Kenangan kita pun terurai jelas oleh alam
Malam yang gelap
Pagi yang indah
Siang yang menyengat

Beruntungnya, aku masih memiliki dirimu
Halusinasiku meluap habis
Bisa kulihat senyum manismu
Kurasakan peluk eratmu
Dengan kehadiran dirimu

Yosie Kristanto
Pagiku dengan Sembab

Di kala pagi, aku menatap pohon  yang sembab
Mungkin tadi malam dia teringat akan masa
Terkadang bergoyang tertiup angin pagi
Meneteskan sembab di daun-daunnya satu demi satu

Dirinya benar-benar dikuasai kenangan
Impian dan bayangan dari semalam

Aku mulai mendengar burung-burung berbicara
Dalam instrumen klasik nan indah
Atau dengan nyanyian kegembiraan
Hinggap lalu terbang kesana kemari

Mereka meminum sembabnya
Yang masih tertampung di lekukan daun miliknya

Mereka benar-benar tampak bahagia
Makin berkicau dengan lantang

Sang Baskara pun mulai mengambang di cakrawala
Memberi kehidupan bagi dirinya

Sembabnya mulai menguap
Dedaunannya mulai tegap
Yang kuning terjun bebas
Yang hijau membuat makanan

Memberinya satu hari lagi untuk hidup
Untuk kembali mengingat dalam gelap
Bercengkrama dengan burung-burung
Dan memberi udara untuk dihirup

Inilah pagiku dengan sembab

Yosie Kristanto Selasa, Juni 04, 2013
menyadari

Aku terbaring
Tak berdaya, tak sanggup tersenyum padamu
Dirimu meneteskan air mata
Matamu kosong, terpaku, lesu
Aku sadar
Berpuluh pasang mata menatapku, semuanya berkaca-kaca
Semuanya serasa nyata. Semua orang terdekatku datang. Ayah, ibu, kakak laki-laki dan perempuanku, nenek, sahabat-sahabatku, dan yang terpenting, dirimu.
Aku memakai setelan jas modern yang kainnya sangat halus, begitu nyaman kupakai.
Aku ingin bangun lalu menanyakan apa yang terjadi namun tak bisa.
Aku dibaringkan pada bantalan-bantalan lembut yang membuat diriku nyaman. Dengan pembatas di setiap sisi menbuat diriku tak akan terjatuh.
Tak lama diriku terhanyut, tempatku berbaring diangkat oleh sahabat-sahabatku. Bunyi langkah pantofel mereka mengiringi pergerakanku. Lama-lama jauh, meninggalkan dirimu yang hanya duduk diam menunduk.
Tiba-tiba saja semua memori indah bersamamu muncul satu per satu. Ketika pertama kali melihatmu tersenyum. Ketika pertama kali berkenalan denganmu. Hangat tanganmu ketika kita berjabat tangan. Wajahmu yang merona ketika kutanya untuk menjadi pacarku, tunanganku, istriku.
BRAK....
Tiba-tiba saja gelap. Aku tak bisa melihat apa-apa lagi.
Diriku makin kaget ketika terdengar suara palu yang memekakkan telinga. Lalu semuanya hening. Dunia ini hening.

Yosie Kristanto Minggu, April 28, 2013
Selamat Istirahat (1)

Pucuk thompson ini sudah menyentuh lehernya
Aku sudah mulai teriak-teriak minta penjelasan
"KAU DIKIRIM SIAPA?? BUAT APA KEMARI??!"

Dalam waktu dekat ini markas petinggi militer Indonesia seperti aku sering didatangi orang yang tak jelas. Memergoki mereka sedang ngintip, mencuri perbekalan, dan mencuri persenjataan kami.

Untung saja perasaanku sedang bagus kali ini. Kalau tidak, orang sebangsaku ini sudah tidak akan bernapas lagi. Orang-orang sebelumnya sudah dikuburkan di pekuburan masal di utara markas ini.

Kini, kami sedang merencanakan hal besar yang akan membebaskan Nusantara dari tangan wong Londho yang sudah tiga setengah abad membelenggu Indonesia. Persenjataan kami sudah cukup dari merampas milik Belanda. Bren, thompson, granat, LE, M1, dan bambu runcing milik kami sudah siap mebuat mereka lari lontang-lantung.

Markasku yang berpindah-pindah ini beralaskan tanah dan beratapkan horizon indah bertabur jutaan bintang. Yang pasti, langkah pertama kami adalah membebaskan kota Surabaya dan Malang. Dari pusat Jawa Timur tersebut, perlahan kami akan ke Semarang, lalu titik akhir kami adalah Batavia.

Kami tak pernah kehabisan tentara. Karena tiap hari setidaknya ada dua puluh pemuda yang datang.

"KAMI INGIN BERGABUNG! KAMI INGIN MEMBEBASKAN NUSANTARA!! "
Terkadang aku kasian pada mereka
Yang terlalu muda kupulangkan ke bapak ibunya

Mereka masih muda, tak tahu betapa gemetarnya ketika bunuh orang.
Perjalanan mereka masih panjang, tak seperti diriku yang sudah kepala lima.
Tapi kalau tak ada mereka, aku pun pasti sudah tak kokoh.
Pasti aku sudah memilih untuk pensiun dari militer.
Mereka adalah semangat.

Aku kadang berpikir.
Dari lahir pun aku sudah ditangan Belanda, matiku apa ditangan Belanda juga?
Dari kecil aku sudah bersekolah di sekolah Belanda. Terakhir di STOVIA.
Ayah ibuku juga lahir di tangan Belanda. Bahkan, di kelahiran ayahku, ada beberapa petinggi Belanda yang datang. Hal itu dikarenakan darah biru yang mengalir dalam nadi keluargaku.

Malam sudah larut, hari inipun berakhir. Untung saja cuma ada satu masalah hari ini. Dan paling melegakan, aku tidak mencabut kehidupan orang hari ini.

Yosie Kristanto Kamis, Maret 21, 2013
Selamat Tidur Dariku

Malam
Dentang
Tetes
Lelap
Langit
Bulan
Kuduk
Lamun

Dirimu terkantuk-kantuk
Menopang wajah dengan telapak tangan
Tapi tersipu untuk mengatakan
Ikut mengalir dengan sepoi malam

Musik alam mengalun indah
Suara tetes embun
Jangkrik mengkumandangkan khas alto
Kodok dengan bariton-bes nya

Tiba-tiba saja dirimu lunglai
Terlelap dibawah cahaya bintang

Reflek kutarik saja dirimu
Kudekap dalam pelukku

Dirimu kupapah dengan hati
Berjinjit dengan pasti
Melangkahkan jemari kakiku diatas atap
Seperti melayang menggendong bidadari

Perlahan kuletakkan makhluk indahku ini
Kuselimuti supaya dirimu tetap hangat layaknya dieratku
Keningmu kukecup
Aku berbaring di sebelahmu

Selamat tidur dariku

Yosie Kristanto Senin, Maret 18, 2013
best "goodnite" song to sing

Friends, cuma mau share aja. Ini ada lagu yang cocok buat menghantar tidur kalian, atau menghantar orang lain (yang kalian sayangi pastinya)
Judulnya Saint of My Life yang nyanyi Superman is Died (post selanjutnya bakal aku bagiin serba serbi tentang band ini deh :p) .

SAINT OF MY LIFE
SUPERMAN IS DEAD

Good night good night my little angel
Good night good night my little ones
Spread your wings and fly
Away to your dreams

When you're sleep
I'm on your side
When you're awake I'll be your still
Close your eyes, put a smile on your face...

Don't be scared 'cozI'll be there to hold you tight
You're the king, you're the queen
You're saint of my life
And when the world is trembling
Down don't you cry
Coz there's nothing, nothing
That will keep us apart...

Sing with me my little darling
Sing along to this lullabies
Pick the moon kiss the star so good night...

Yosie Kristanto
Pagiku...

Pagiku disambut oleh suaramu lagi! Suara yang awalnya masih malas-malasan, mengantuk. Tapi lama-kelamaan membahas topik-topik yang cukup seru, cukup yaaa, bukan sangatt. :p Yang ingin kudengar pertama adalah suara tawamu. Terbahak-bahak atau malu-malu, boleh dipilih. Meski diriku jauh disini, asal kalian tau kalau diriku merantau di ibu kota.

Diri kita mulai membayangkan, kalau kita berdua bersama, "kalo kamu di Malang, pasti jam segini udh ke rumahku, atau aku yang ke rumahmu ya", katanya di telpon pagi ini. Kadang dia terdiam karena bingung mau ngomong apa lagi.

"Duh, aku kangenn poll", katanya yang sudah kudengar ratusan kali pagi ini (sedikit termakan hiperbola ya?). Aku benar-benar merindukan, melihat dirimu tersenyum. Karena senyummu lah yang membuatku bertahan. Coba tak senyum lagi, gatau deh gimana jadinya. Hehe.
Aku baru terpikir untuk buat puisi. Tapi jangan berharap kalau puisiku luar biasa yaa. Cekidot!

"Mataku terbuka dan tertutup, lalu terbuka lagi
Diriku gelisah sendirian, menyadari kesendirian ini
Hanya bisa menatapmu di bingkai
Cuma bisa membayangkan gelak tawamu

Menyebalkan!

Tiap sang surya terbangun, aku cuma bisa meratap
Suara mobil berseliweran, malah balapan dengan pikiranku
Senda, gurau, tawa, tangis
Rindu, haru, biru, sendu

Pagiku... "

selamat pagi, Tuhan memberkati!

Yosie Kristanto Minggu, Maret 17, 2013

Facebook