Diriku tak sanggup menatap esok,
Bisakah terbitnya matahari diundur?
Aku tak siap menatap fakta yang meruntuhkanku,
Bahwa dirimu telah tiada di pikiran.
Cinta, cinta, cinta,
Mengapa selalu mengenaskan buatku?
Merajamku perlahan walau ku tahu,
Tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Tak ada harapan sudah,
Cintaku pupus.
Lenyap oleh lambaian rerumputan basah,
Terbenam bersama matahari fajar.
Tak ku tahu mengapa dirimu menjauh,
Apakah karena masa itu?
Ketika kita dekat lalu dirimu tergantikan?
Apakah karena hal itu?
Siapakah yang bisa menjawab?
Apakah bunga yang mekar di pagi hari?
Apakah dedaunan kering yang terbawa angin?
Apakah dirimu bisa menjawab?
Ku yakin tidak.
Tidak ada komentar
Posting Komentar