Pada Juni 2006, aku beserta ayahku dan murid-murid ayahku melakukan perpisahan kelulusan mereka. Kami berencana pergi ke Gunung Bromo dan menginap di sana satu hari satu malam. Kita merasa lebih menyatu jika melakukan acara seperti ini. Ayahku adalah wali kelas IPA 2 di SMAN 6 Malang yang mau menghadapi kelulusan. Kita memulai perjalanan dari rumah salah satu murid bapakku. Di sana kita tidak lupa melakukan doa bersama menurut agama masing-masing.
Kita berangkat melalui Lawang lalu kita juga melewati jalan yang berkelak-kelok dan menanjak dan kita akhirnya sampai di Penanjakan. Di sana kita bisa melihat Gunung Batuk, Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Akhirnya, setelah puas berfoto ria, kami pun melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo. Kami melewati padang pasir yang terbentang luas. Aku sudah mulai mencium bau belerang dari gunung-gunung tersebut. Aku juga melihat banyak mobil Jeep yang berlalu-lalang di padang pasir nan sejuk ini. Kita sudah bisa melihat Gunung Bromo yang diselimuti asap. Aku juga sudah melihat orang-orang Tengger yang bekerja maupun ke Pura yang dekat Gunung Bromo itu. Pura itu dibuat di dekat Gunung Bromo untuk merayakan ritual-ritual khusus. Salah satunya ketika musim panen mereka mengumpulkan hasil panennya lalu mereka bersama-sama membawa persembahan tersebut ke Pura terdekat tersebut untuk didoakan lalu mereka akan membawa persembahan tersebut dan memasukkannya ke kawah Gunung Bromo bersamaan.
Kita berfoto dulu di depan Gunung Bromo dan kita melanjutkan perjalanan ke penginapan kami. Dan kami sudah memiliki rencana untuk melihat mata hari terbit. Dan malam ini kami akan main games outbond di padang pasir yang gelap itu. Aku sedikit takut karena aku tidak bisa melihat apa-apa di padang pasir tersebut. Disana kami menyembunyikan bendera dan 3 orang yang aku tunjuk akan mencari bendera tersebut dalam keadaan gelap. Rupanya permainan ini melelahkan juga. Sampai-sampai aku dan bapakku sesak napas saking capeknya dan gara-gara bau belerang masuk ke dalam paru-paru ini. Kami pun kembali ke penginapan untuk istirahat, karena besok pagi kami akan melihat matahari terbit di balik gunung-gunung di sana. Pagi-pagi sekali kami berangkat dari penginapan ke Gunung Bromo dengan berjalan kaki. Udara sangat dingin sekali sampai-sampai aku memakai jaket berlapis tiga. Di perjalanan kita sudah bisa melihat matahari yang mau terbit tersebut.
Kami sudah puas melihat matahari terbit dan kami akan naik ke Gunung Bromo yang tidak terlalu tinggi ini. Sebenarnya Gunung Bromo lumayan tinggi jika gunung ini belum meletus. Sebelum meletus Gunung Bromo tidak boleh dimasuki oleh orang lain karena dianggap suci. Kami berfoto bersama di sana. Lalu kami berencana pulang pagi ini, sehingga kami datang di Malang tidak terlalu malam.
Pulangnya kami tidak melewati padang pasir tersebut, karena kami berencana lewat pasuruan supaya tidak bosan. Perjalanan ditempuh selama dua jam lima belas menit. Kami sampai di Malang dan kembali ke rumah salah satu murid bapakku dan mengucapkan syukur karena Tuhan sudah memberi keselamatan bagi kami semua. Setelah mengucapkan salam perpisahan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Perjalanan seperti ini dapat meringankan beban pikiran kita. Jika anda mau mencoba ke GUnung Bromo silahkan. Selamat bersenang-senang.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar
Posting Komentar