Romansa, Dirimu

Pagiku disambut dengan awan warna warni
Kicauan burung gereja di pepohonan
Bunga mekar dengan embun di mahkotanya
Sungguh pagi yang indah

Pagiku jadi sempurna karena kecupan hangatmu
Belaian kasih sayang yang membuatku nyaman

Di pikiranku masih terngiang senjamu dan malamku
Kata-kata indah yang keluar dari bibir kita

Kutatap dirimu di kala matahari tertelan bumi
Tetap, masih lebih indah dirimu

Kata-kata cinta keluar dari mulutmu
Membuat hatiku berdegup kencang
Bibirmu, keningmu, pipimu
Kulahap habis dengan kecupan

Malam yang begitu indah buatku
Takkan pernah kulupakan indah dirimu

Malamku berakhir dengan romansa
Pagiku diawali dengan romansa
Romansa, dirimu

Yosie Kristanto Rabu, Juli 17, 2013
Bertanya

Diriku tak sanggup menatap esok,
Bisakah terbitnya matahari diundur?

Aku tak siap menatap fakta yang meruntuhkanku,
Bahwa dirimu telah tiada di pikiran.

Cinta, cinta, cinta,
Mengapa selalu mengenaskan buatku?
Merajamku perlahan walau ku tahu,
Tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Tak ada harapan sudah,
Cintaku pupus.
Lenyap oleh lambaian rerumputan basah,
Terbenam bersama matahari fajar.

Tak ku tahu mengapa dirimu menjauh,
Apakah karena masa itu?

Ketika kita dekat lalu dirimu tergantikan?
Apakah karena hal itu?

Siapakah yang bisa menjawab?
Apakah bunga yang mekar di pagi hari?
Apakah dedaunan kering yang terbawa angin?
Apakah dirimu bisa menjawab?

Ku yakin tidak.

Yosie Kristanto Selasa, Juli 16, 2013

Facebook