Pagiku dengan Sembab

Di kala pagi, aku menatap pohon  yang sembab
Mungkin tadi malam dia teringat akan masa
Terkadang bergoyang tertiup angin pagi
Meneteskan sembab di daun-daunnya satu demi satu

Dirinya benar-benar dikuasai kenangan
Impian dan bayangan dari semalam

Aku mulai mendengar burung-burung berbicara
Dalam instrumen klasik nan indah
Atau dengan nyanyian kegembiraan
Hinggap lalu terbang kesana kemari

Mereka meminum sembabnya
Yang masih tertampung di lekukan daun miliknya

Mereka benar-benar tampak bahagia
Makin berkicau dengan lantang

Sang Baskara pun mulai mengambang di cakrawala
Memberi kehidupan bagi dirinya

Sembabnya mulai menguap
Dedaunannya mulai tegap
Yang kuning terjun bebas
Yang hijau membuat makanan

Memberinya satu hari lagi untuk hidup
Untuk kembali mengingat dalam gelap
Bercengkrama dengan burung-burung
Dan memberi udara untuk dihirup

Inilah pagiku dengan sembab

Tidak ada komentar

Facebook